KEMENANGAN
YANG TAK TERDUGA
OLEH
: YUSUF ILHAM AKBAR
Ketika di sekolah, saya tidak sengaja
mendengar tentang suatu perlombaan. Ketika saya mendengarnya, saya tertarik
pada satu lomba yaitu LCT, lalu saya langsung menemui teman saya yaitu
Fahrisal.
“ ada apa suf ?”
Dia memandang saya dengan rasa
penasaran.
“ enggak, saya cuma mau ngajak kamu
ikut lomba LCT untuk jadi tim saya, mau enggak kamu ikut? “
“ ya udah, saya mah ikut aja, tetapi
siapa satu lagi yang jadi tim kita ? ” tanya dia dengan sangat bersemangat.
“emm… bagaimana kalau kita ajak
mukhlas aja?”
“ ya udah, nanti saya yang ngomong
sama Mukhlas” jawabnya Fahrisal
Setelah itu pada saat pulang
sekolah, Fahrisal telah menunggu saya di depan kelas, lalu saya menghampirinya.
“bagaimana Sal, Mukhlas mau kan
jadi tim kita?”
“ gimana ya?” Fahrisal, dengan muka
yang tidak meyakinkan.
“ gimana apanya,? “
“ dia mau koq, yaudah kita sekarang
daftar aja yok”.
Akhirnya setelah sepakat untuk
mendaftar, saya dan fahrishal pergi ke STKIP Muhammadiah, pada saat itu adalah
hari jumat sehingga kami harus bergegas
ke sana.
Sesampainya di STKIP saya bertanya kepada orang,
“kak, tempat pendaftaran lomba
di mana ya?”
“ di lantai 3 dek “
“ terima kasih ya kak! “ lalu saya dan
Fahrisal langsung ke lantai tiga, untungnya pada saat itu belum di tutup
pendaftarannya,
“ mba, mau daftar lomba LCT” Tanya
Fahrisal
“ dek, ini kan tim nya sudah cukup, tetapi katanya,
SMANDA mau kirm satu tim lagi, jadi itu baru 17 tim dengan kalian, kalian
berdoa saja ya agar ada satu tim lagi yang daftar, kalau tidak ada nanti kalian
kami sms bahwa kalian tidak bias ikut” jawab panitia tersebut dengan rasa
kasihan kepada kami.
“ya udah mba, tetapi kami daftar
sekarang” jawab kami, lalu saya mengisi formulir dan mencantumkan nomor telepon
saya di lembar pendaftaran, meskipun saya sangat khawatir dan kecewa karena
apabila tidak ada yang mendaftar maka tim saya tidak bisa mengikuti lomba LCT,
setelah itu kami langsung bergegas pulang karena waktu solat jumat sudah hampir
dimulai.
Setelah 2 hari hari saya menunggu
kabar kepastian tentang tim saya mengikuti lomba atau tidak. Tiba – tiba Fahrisal
mengirim SMS ke saya, kata Fahrisal bahwa dia mendapat kabar kalau saya, dia,
dan Mukhlas didiskualifikasi. Ketika saya mendengar itu saya sangat terkejut
dan kecewa, lalu saya membalas SMS dia,” yaudah enggak apa – apa, mungkin itu
jalan yang terbaik” dengan rasa kekecewaan.
Keesokan harinya Desi menemui saya, sepertinya dia ingin
menanyakan sesuatu kepada saya.
“ Suf kamu ikut kan lomba LCT di STKIP “
“ emm… enggak Des, kata Fahrisal tim
saya di diskulifikasi” Desi terkejut mendengarnya.
“ kamu kelompok D kan suf ?, kalau enggak salah, enggak ada ah
tim yang didiskualifikasi ” Tanyanya dengan serius dan penuh penasaran. Tiba –
tiba Fahrisal datang menghampiri kami dan Desi langsung bertanya kepada
Fahrisal.
“ Sal, memangnya kamu tau dari kalau tim
kamu di diskualifikasi ? “ Desi menatap tajam kearah Fahrisal.
“ kayaknya sih kami didiskulaifikasi,
saya di kasih tau sama kak Rio”, kak Rio adalah salah satu panitia di lomba
tersebut, tetapi kak Rio itu tidak terlibat
dalam kepanitian lomba LCT.
“ Sok tau kamu ini, orang saya aja
yang ikut class meeting kemarin enggak ada tuh yang di diskulifikasi, orang tim
dari SMA 3 ikut semua ” kata Desi, ia sepertinya sedikit kesal dengan Fahrisal
karena sudah buat berita yang salah.
“ oo.. jadi tim saya enggak
didiskulaifikasi, saya udah enggak belajar karena Fahrisal ngomong seperti itu”
“ ya udah sih maaf! “ fahrisal
sepertinya menyesal atas kekeliruannya tersebut. Meskipun tim saya tidak
didiskkualifikasi, tetapi itu membuat saya takut dan resah karena saya tidak
belajar untuk mempersiapkan lomba ini. Saya takut kalau nanti saya dan teman –
teman tidak bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan, tetapi saya
harus tetap mengikuti lomba itu, karena tidak mungkin saya akan mengecewakan
teman – teman saya.
Hari ini adalah hari pertama
diadakannya lomba di STKIP, dan lomba pertama adalah lomba LCT. Tim yang
mengikuti lomba LCT ini ada 4 tim yaitu tim mbak Mutia dkk, tim mbak Sartika
dkk, tim adi dkk, dan tim saya. Sebelum kami berangkat kami meminta surat dispen dengan guru
piket, lalu kami pergi ke STKIP dengan mengendarai motor dan saling mengikuti.
Sesampainya kami di STKIP, kami segera duduk untuk mengikuti acara pembukan lomba begawei II,
“ Sal lama banget ya mulai acaranya,
saya udah kepanasan gini lagi ?”
“ bener itu Suf, saya juga kesel dari
tadi nunggu, tetapi enggak dimulai – mulai dari tadi” jawab Fahrisal yang
sedang kesal karena sudah terlalu lama menunggu. Beberapa lama dari itu,
akhirnya acara pembukaan dimulai. Setelah selesai acara pembukaan, kami
langsung menuju lantai 2 tempat berlangsungnya lomba LCT.
Giliran pertama adalah kelompoknya
mbak Mutia, pada saat awal – awal lomba, mbak Mutia dkk. Memimpin, tetapi pada
saat terakhir tepatnya ketika pertanyaan rebutan, mereka kalah poin dan
akhirnya mereka kalah dan di menangkan oleh tim dari SMAN 2 Kotabumi. Pada
giliran kedua adalah tim saya yang maju, tetapi setelah istirahat perlombaan
dimulai kembali. Saya dan teman – teman segera menuju masjid yang berada di
kawasan kampus STKIP untuk solat zuhur berjamaah. Saya memohon kepada ALLAH
s.w.t. agar kami diberi kemudahan untuk menjawab segala pertanyaan yang di
ajukan panitia.
Setelah saya selesai solat, saya
bersama teman – teman saya mencari makan, tetapi ternyata hanya ada gorengan
saja. Ketika kami sedang menikmati gorengan, saya mendengar 2 orang guru yang
sedang membicarakan sekolah kami, sepertinya dia menyindir kami.
“ Adi, kamu dengarkan yang diomongin
guru – guru tadi, sepertinya dia tidak suka dengan sekolah kita”
“ ya suf saya juga dengar, tapi ya
udahlah, enggak usah kita tanggapi !”Adi menjawab dengan suara pelan,
karena
guru – guru tadi saya sangat bersemangat untuk membuktikan bahwa kami mampu
untuk menjadi seorang pemenang, lalu kami segera ke ruangan lomba lagi. Pada saat
tim saya maju, saya tidak menyangka kalau lawan kami ada salah satu tim yang
guru pembimbingnya adalah guru yang tadi menyindir kami. Lomba pun dimulai
kembali, pada saat pertanyaan terakhir tim dari guru tersebut menjawab, tetapi
kata juri itu jawabannya salah. Tiba – tiba guru tersebut maju dan melakukan
protes, menurutnya jawaban anak didiknya tersebut benar, tetapi juri tetap mengatakan
bahwa jawaban mereka salah, saya pun kesal dan mengatakan
“ enggak bisa seperti itu lah
bu, kalau sudah kalah ya akuin lah kalah “
“ sudah suf jangan emosi, sabar aja !“
mukhlas mencoba menenangkan saya agar tidak emosi. Akhirnya kami menang dengan poin
220 dan masuk ke semi final. Karena pada saat itu sudah sore, saya dan Fahrisal
permisi pulang duluan.
Keesokan harinya saya dan Fahrisal
bertemu di sekolah. Ternyata tim dari SMAN 3 hanya tim saya yang masuk semi
final. Pada hari itu kami tidak hanya bertiga yang pergi ke STKIP, tetapi ada
teman kami yang ikut lomba baca puisi yaitu Pipin dan Ruli. Sebelum kami
berangkat, kami harus meminta surat
dispen, setelah kami mendapatkan izin, kami langsung berangkat ke STKIP.
Sesampainya kami di kawasan kampus
STKIP, kami berpisah karena Ruli dan Pipin akan mengikuti lomba baca puisi
sedangkan kami mengikuti lomba LCT.
Setelah beberapa lama kami menunggu,
akhirnya giliran kami untuk maju,kami harus menghadapi semua lawan kami dari
SMANDA, lomba pun dimulai, tetapi kami punya masalah.
“ bagaimana Klas, kita lemah di
matematika, dari tadi kita enggak bisa jawab pertanyan – pertanyaan matematika
“
“ ya udahlah suf, kita berusaha aja
semampu kita “ dengan sedikit keputus asaan Mukhlas meyakinkan saya”, tetapi
apalah daya ternyata kami harus kalah dari tim SMANDA, dengan poin tim saya 240
dan 320 poin SMANDA.
Saya sangat merasa kecewa karena tidak
bisa menang. Panitia menghampiri tim saya
“ dek, kalian masih ada kesempatan
untuk masuk final,kalian kan tadi jadi runner up, nanti kan baru ada 2 finalis
masih kurang satu, satu itu diambil dari tim runner up yang punya poin paling
tinggi, jadi kalian berdoa aja ya !” kata panitia tersebut, yang membawa berita
yang cukup mengembirakan bagi tim saya. Lalu Fahrisal mengajak saya untuk ke
masjid
“ Suf, kita ke masjid yok sekarang,
kita mohon sama ALLAH !” Fahrisal berkata dengan suara yang terdengar sangat
kecewa.
“ ya udah yok kita ke masjid, saya
juga mau ngilangin pusing ini “
Sesampainya di masjid, fahrisal
langsung memohon kepada ALLAH s.w.t
“ ya allah, tolong sih semoga kami
bisa masuk final, kalau kami bisa masuk final, saya akan puasa senin kamis,
paling enggak kami bisa juara tiga ya allah ” janji ia bila masuk final.
“ ya allah semoga tim saya bisa masuk
final, saya juga janji kalau masuk final saya akan puasa senin kamis dalam 1
minggu tersebut” saya juga bernazar karena saya sangat ingin masuk final dan
bisa membawa piala ke sekolah. Tidak lama dari itu ternyata waktu zuhur pun
telah tiba, saya dan Fahrisal mengambil air wudu dan solat zuhur berjamah pun
dilaksanakan. Setelah selesai solat, saya pun berdoa agar kami bisa diberi
sebuah keajaiban untuk bisa masuk final.
“ Sal kita ke ruangan lomba yok
sekarang, saya penasaran kita masuk final atau enggak “
“ yok, saya juga penasaran mau tau
yang masuk final tim kita apa tim lain ”, kami pun pergi ke ruang lomba dengan
menyimpan rasa penasaran.
Sesampainya di ruangan lomba, saya
langsung menghampiri Mukhlas, ternyata Ruli dan Pipin pun ada, mereka sudah
selesai lomba baca puisi.
“ khlas, siapa yang masuk final ?“
saya bertanya dengan penuh rasa penasaran.
“ ini sepertinya tim SMANDA yang
menang lagi, tim runner up nya masih ketinggalan jauh sih, tapi kalau sama kita
cuma berbeda sedikit, mereka 190 kita 240 “ Mukhlas menjawab.
Dengan penuh perhatian saya dan
teman – teman menyaksikan lomba
tersebut, kami sangat tegang dan khawatir. Kami takut kalau poin tim runner up
lainnya bisa melebihi poin tim kami, tetapi sampai akhir babak semi final ke-2 ternyata
kami yang masuk final. Kami sangat senang karena kami bisa masuk final. Panitia
memberi waktu untuk istirahat selama 15 menit, karena Mukhlas belum solat
zuhur, lalu ia lari menuju masjid untuk solat bersama anak SMANDA yang belum
solat zuhur, mereka lari karena bila dalam waktu 15 menit mereka tidak datang,
maka tim mereka akan di diskualifikasi.
Setelah mereka selesai solat, mereka
berlari dengan cepat menuju ruangan lomba. Babak final pun di mulai dengan
penuh semangat, jalannya babak final ini dengan persaingan yang sangat ketat,
tim satu dengan tim lainnya tidak ada yang mau mengalah, sampai akhir babak
final dihasilkan pemenang yaitu :
- Juara pertama adalah SMAN 2 Kotabumi
- Juara kedua adalah SMAN 3 Kotabumi
- Juara ketiga adalah SMAN 2 Kotabumi
Meskipun tim saya hanya
mendapatkan juara kedua, tetapi kami sudah sangat senang karena itu merupakan
piala pertama kami persembahkan untuk SMAN 3 Kotabumi.
“ Alhamdulillah, terima kasih
ya Allah karena kami bisa menjadi juara kedua, dan bisa menunjukkan kalau kami
bisa berprestasi juga “ saya berkata dalam hati saya.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar