Senin, 10 Oktober 2011

MY CERPEN


KEMENANGAN YANG TAK TERDUGA

OLEH : YUSUF ILHAM AKBAR

          Ketika di sekolah, saya tidak sengaja mendengar tentang suatu perlombaan. Ketika saya mendengarnya, saya tertarik pada satu lomba yaitu LCT, lalu saya langsung menemui teman saya yaitu Fahrisal.
         
“ ada apa suf ?”
          Dia memandang saya dengan rasa penasaran.
          “ enggak, saya cuma mau ngajak kamu ikut lomba LCT untuk jadi tim saya, mau enggak kamu ikut? “
          “ ya udah, saya mah ikut aja, tetapi siapa satu lagi yang jadi tim kita ? ” tanya dia dengan sangat bersemangat.
          “emm… bagaimana kalau kita ajak mukhlas aja?”
          “ ya udah, nanti saya yang ngomong sama Mukhlas” jawabnya Fahrisal
         
Setelah itu pada saat pulang sekolah, Fahrisal telah menunggu saya di depan kelas, lalu saya menghampirinya. “bagaimana Sal, Mukhlas mau kan jadi tim kita?”
          “ gimana ya?” Fahrisal, dengan muka yang tidak meyakinkan.
          “ gimana  apanya,? “
          “ dia mau koq, yaudah kita sekarang daftar aja yok”.
         
Akhirnya setelah sepakat untuk mendaftar, saya dan fahrishal pergi ke STKIP Muhammadiah, pada saat itu adalah hari jumat sehingga kami  harus bergegas ke sana. Sesampainya di STKIP saya bertanya kepada orang,
“kak, tempat pendaftaran lomba di mana ya?”
          “ di lantai 3 dek “
          “ terima kasih ya kak! “ lalu saya dan Fahrisal langsung ke lantai tiga, untungnya pada saat itu belum di tutup pendaftarannya,  
          “ mba, mau daftar lomba LCT” Tanya Fahrisal
          “ dek, ini kan tim nya sudah cukup, tetapi katanya, SMANDA mau kirm satu tim lagi, jadi itu baru 17 tim dengan kalian, kalian berdoa saja ya agar ada satu tim lagi yang daftar, kalau tidak ada nanti kalian kami sms bahwa kalian tidak bias ikut” jawab panitia tersebut dengan rasa kasihan kepada kami.
          “ya udah mba, tetapi kami daftar sekarang” jawab kami, lalu saya mengisi formulir dan mencantumkan nomor telepon saya di lembar pendaftaran, meskipun saya sangat khawatir dan kecewa karena apabila tidak ada yang mendaftar maka tim saya tidak bisa mengikuti lomba LCT, setelah itu kami langsung bergegas pulang karena waktu solat jumat sudah hampir dimulai.

          Setelah 2 hari hari saya menunggu kabar kepastian tentang tim saya mengikuti lomba atau tidak. Tiba – tiba Fahrisal mengirim SMS ke saya, kata Fahrisal bahwa dia mendapat kabar kalau saya, dia, dan Mukhlas didiskualifikasi. Ketika saya mendengar itu saya sangat terkejut dan kecewa, lalu saya membalas SMS dia,” yaudah enggak apa – apa, mungkin itu jalan yang terbaik” dengan rasa kekecewaan.

          Keesokan harinya  Desi menemui saya, sepertinya dia ingin menanyakan sesuatu kepada saya.
          “ Suf kamu ikut kan lomba LCT di STKIP “
          “ emm… enggak Des, kata Fahrisal tim saya di diskulifikasi” Desi terkejut mendengarnya.
          “ kamu kelompok D kan suf ?, kalau enggak salah, enggak ada ah tim yang didiskualifikasi ” Tanyanya dengan serius dan penuh penasaran. Tiba – tiba Fahrisal datang menghampiri kami dan Desi langsung bertanya kepada Fahrisal.
          “ Sal, memangnya kamu tau dari kalau tim kamu di diskualifikasi ? “ Desi menatap tajam kearah Fahrisal.
          “ kayaknya sih kami didiskulaifikasi, saya di kasih tau sama kak Rio”, kak Rio adalah salah satu panitia di lomba tersebut, tetapi kak Rio itu tidak terlibat dalam kepanitian lomba LCT.
          “ Sok tau kamu ini, orang saya aja yang ikut class meeting kemarin enggak ada tuh yang di diskulifikasi, orang tim dari SMA 3 ikut semua ” kata Desi, ia sepertinya sedikit kesal dengan Fahrisal karena sudah buat berita yang salah.
          “ oo.. jadi tim saya enggak didiskulaifikasi, saya udah enggak belajar karena Fahrisal ngomong seperti itu”
          “ ya udah sih maaf! “ fahrisal sepertinya menyesal atas kekeliruannya tersebut. Meskipun tim saya tidak didiskkualifikasi, tetapi itu membuat saya takut dan resah karena saya tidak belajar untuk mempersiapkan lomba ini. Saya takut kalau nanti saya dan teman – teman tidak bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan, tetapi saya harus tetap mengikuti lomba itu, karena tidak mungkin saya akan mengecewakan teman – teman saya.

          Hari ini adalah hari pertama diadakannya lomba di STKIP, dan lomba pertama adalah lomba LCT. Tim yang mengikuti lomba LCT ini ada 4 tim yaitu tim mbak Mutia dkk, tim mbak Sartika dkk, tim adi dkk, dan tim saya. Sebelum kami berangkat kami meminta surat dispen dengan guru piket, lalu kami pergi ke STKIP dengan mengendarai motor dan saling mengikuti. Sesampainya kami di STKIP, kami segera duduk untuk  mengikuti acara pembukan lomba begawei II,
          “ Sal lama banget ya mulai acaranya, saya udah kepanasan gini lagi ?”
          “ bener itu Suf, saya juga kesel dari tadi nunggu, tetapi enggak dimulai – mulai dari tadi” jawab Fahrisal yang sedang kesal karena sudah terlalu lama menunggu. Beberapa lama dari itu, akhirnya acara pembukaan dimulai. Setelah selesai acara pembukaan, kami langsung menuju lantai 2 tempat berlangsungnya lomba LCT.
          Giliran pertama adalah kelompoknya mbak Mutia, pada saat awal – awal lomba, mbak Mutia dkk. Memimpin, tetapi pada saat terakhir tepatnya ketika pertanyaan rebutan, mereka kalah poin dan akhirnya mereka kalah dan di menangkan oleh tim dari SMAN 2 Kotabumi. Pada giliran kedua adalah tim saya yang maju, tetapi setelah istirahat perlombaan dimulai kembali. Saya dan teman – teman segera menuju masjid yang berada di kawasan kampus STKIP untuk solat zuhur berjamaah. Saya memohon kepada ALLAH s.w.t. agar kami diberi kemudahan untuk menjawab segala pertanyaan yang di ajukan panitia.
          Setelah saya selesai solat, saya bersama teman – teman saya mencari makan, tetapi ternyata hanya ada gorengan saja. Ketika kami sedang menikmati gorengan, saya mendengar 2 orang guru yang sedang membicarakan sekolah kami, sepertinya dia menyindir kami.
          “ Adi, kamu dengarkan yang diomongin guru – guru tadi, sepertinya dia tidak suka dengan sekolah kita”
          “ ya suf saya juga dengar, tapi ya udahlah, enggak usah kita tanggapi !”Adi menjawab dengan suara pelan,
karena guru – guru tadi saya sangat bersemangat untuk membuktikan bahwa kami mampu untuk menjadi seorang pemenang, lalu kami segera ke ruangan lomba lagi. Pada saat tim saya maju, saya tidak menyangka kalau lawan kami ada salah satu tim yang guru pembimbingnya adalah guru yang tadi menyindir kami. Lomba pun dimulai kembali, pada saat pertanyaan terakhir tim dari guru tersebut menjawab, tetapi kata juri itu jawabannya salah. Tiba – tiba guru tersebut maju dan melakukan protes, menurutnya jawaban anak didiknya tersebut benar, tetapi juri tetap mengatakan bahwa jawaban mereka salah, saya pun kesal dan mengatakan
“ enggak bisa seperti itu lah bu, kalau sudah kalah ya akuin lah kalah “
          “ sudah suf jangan emosi, sabar aja !“ mukhlas mencoba menenangkan saya agar tidak emosi. Akhirnya kami menang dengan poin 220 dan masuk ke semi final. Karena pada saat itu sudah sore, saya dan Fahrisal permisi pulang duluan.
          Keesokan harinya saya dan Fahrisal bertemu di sekolah. Ternyata tim dari SMAN 3 hanya tim saya yang masuk semi final. Pada hari itu kami tidak hanya bertiga yang pergi ke STKIP, tetapi ada teman kami yang ikut lomba baca puisi yaitu Pipin dan Ruli. Sebelum kami berangkat, kami harus meminta surat dispen, setelah kami mendapatkan izin, kami langsung berangkat ke STKIP.
          Sesampainya kami di kawasan kampus STKIP, kami berpisah karena Ruli dan Pipin akan mengikuti lomba baca puisi sedangkan kami mengikuti lomba LCT.
          Setelah beberapa lama kami menunggu, akhirnya giliran kami untuk maju,kami harus menghadapi semua lawan kami dari SMANDA, lomba pun dimulai, tetapi kami punya masalah.
          “ bagaimana Klas, kita lemah di matematika, dari tadi kita enggak bisa jawab pertanyan – pertanyaan matematika “
          “ ya udahlah suf, kita berusaha aja semampu kita “ dengan sedikit keputus asaan Mukhlas meyakinkan saya”, tetapi apalah daya ternyata kami harus kalah dari tim SMANDA, dengan poin tim saya 240 dan 320 poin SMANDA.
         
          Saya sangat merasa kecewa karena tidak bisa menang. Panitia menghampiri tim saya
          “ dek, kalian masih ada kesempatan untuk masuk final,kalian kan tadi jadi runner up, nanti kan baru ada 2 finalis masih kurang satu, satu itu diambil dari tim runner up yang punya poin paling tinggi, jadi kalian berdoa aja ya !” kata panitia tersebut, yang membawa berita yang cukup mengembirakan bagi tim saya. Lalu Fahrisal mengajak saya untuk ke masjid  
          “ Suf, kita ke masjid yok sekarang, kita mohon sama ALLAH !” Fahrisal berkata dengan suara yang terdengar sangat kecewa.
          “ ya udah yok kita ke masjid, saya juga mau ngilangin pusing ini “

Sesampainya di masjid, fahrisal langsung memohon kepada ALLAH s.w.t
          “ ya allah, tolong sih semoga kami bisa masuk final, kalau kami bisa masuk final, saya akan puasa senin kamis, paling enggak kami bisa juara tiga ya allah ” janji ia bila masuk final.
          “ ya allah semoga tim saya bisa masuk final, saya juga janji kalau masuk final saya akan puasa senin kamis dalam 1 minggu tersebut” saya juga bernazar karena saya sangat ingin masuk final dan bisa membawa piala ke sekolah. Tidak lama dari itu ternyata waktu zuhur pun telah tiba, saya dan Fahrisal mengambil air wudu dan solat zuhur berjamah pun dilaksanakan. Setelah selesai solat, saya pun berdoa agar kami bisa diberi sebuah keajaiban untuk bisa masuk final.
          “ Sal kita ke ruangan lomba yok sekarang, saya penasaran kita masuk final atau enggak “
          “ yok, saya juga penasaran mau tau yang masuk final tim kita apa tim lain ”, kami pun pergi ke ruang lomba dengan menyimpan rasa penasaran.

          Sesampainya di ruangan lomba, saya langsung menghampiri Mukhlas, ternyata Ruli dan Pipin pun ada, mereka sudah selesai lomba baca puisi.
          “ khlas, siapa yang masuk final ?“ saya bertanya dengan penuh rasa penasaran.
          “ ini sepertinya tim SMANDA yang menang lagi, tim runner up nya masih ketinggalan jauh sih, tapi kalau sama kita cuma berbeda sedikit, mereka 190 kita 240 “ Mukhlas menjawab.
Dengan penuh perhatian saya dan teman – teman  menyaksikan lomba tersebut, kami sangat tegang dan khawatir. Kami takut kalau poin tim runner up lainnya bisa melebihi poin tim kami, tetapi sampai akhir babak semi final ke-2 ternyata kami yang masuk final. Kami sangat senang karena kami bisa masuk final. Panitia memberi waktu untuk istirahat selama 15 menit, karena Mukhlas belum solat zuhur, lalu ia lari menuju masjid untuk solat bersama anak SMANDA yang belum solat zuhur, mereka lari karena bila dalam waktu 15 menit mereka tidak datang, maka tim mereka akan di diskualifikasi.

          Setelah mereka selesai solat, mereka berlari dengan cepat menuju ruangan lomba. Babak final pun di mulai dengan penuh semangat, jalannya babak final ini dengan persaingan yang sangat ketat, tim satu dengan tim lainnya tidak ada yang mau mengalah, sampai akhir babak final dihasilkan pemenang yaitu :

  1. Juara pertama adalah SMAN 2 Kotabumi
  2. Juara kedua adalah SMAN 3 Kotabumi
  3. Juara ketiga adalah SMAN 2 Kotabumi 
 Meskipun tim saya hanya mendapatkan juara kedua, tetapi kami sudah sangat senang karena itu merupakan piala pertama kami persembahkan untuk SMAN 3 Kotabumi.
“ Alhamdulillah, terima kasih ya Allah karena kami bisa menjadi juara kedua, dan bisa menunjukkan kalau kami bisa berprestasi juga “ saya berkata dalam hati saya.


THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar